Merajut Kebersamaan Dalam Pernikahan

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7nBhMnT9SUWgXLXCRERjyLwYo2BMKdhyphenhyphenMiUCylkBrh-2B0NNqMBCSu179uawZApWILw66m7gpzQQfymRxWRPhBssiOrGdmIRuB6c639wFtGiqfYmTIAML9VmV_-dndB7GYqOt_OwV3IE/s72-c/Picture24.jpg click to zoom
Ditambahkan Januari 25, 2019
Kategori Keluarga Produk
Harga Rp. 10,000 @ Saat pra married, kita membayangkan akan duduk di singgasana layaknya raja-ratu yang akan dilayani dengan manis oleh pasanga...
Share
Hubungi Kami
Beli Sekarang

Review Merajut Kebersamaan Dalam Pernikahan

Rp. 10,000 @
Saat pra married, kita membayangkan akan duduk di singgasana layaknya raja-ratu yang akan dilayani dengan manis oleh pasangan kita. Tapi apa yang terjadi sesaat akad nikah usai digelar, maka kemanisan, keenakan, sedikit demi sedikit meninggalkan perjalanan hidup rumah tangga kita. Siapapun kita, apapun kedudukan dan posisi kita, isteri ataukah suami, harus ingat bahwa kita hanya manusia yang berposisi sebagai makhluk, maka pasti mempunyai ciri lemah, membutuhkan yang lain, dan terbatas. Sehingga ketika Allah membebankan kewajiban bagi suami mencari nafkah, sedang isteri sebagai ibu rumah tangga, sudah sesuai dengan porsinya, dan itu tidak menjadi soal. Yang menjadi soal adalah ketika kita mempersoalkan masalah “ketidaksempurnaan” pasangan kita, saat menjalankan tugasnya masing-masing. Nah, bagaimana agar ‘perbedaan’ dengan pasangan tetap menjadi kebersamaan? Buku ini layak untuk dibaca.


Komentar